Berita

AKTIVITAS KRITIS KEHALALAN PRODUK MBG: MENJEJAK KEHALALAN DARI DAPUR HINGGA MEJA PARA SISWA

Diposting pada tanggal 13 October 2025 18:57:22

Thumbnail

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program kerja presiden Prabowo yang sengaja diselenggarakan untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul melalui peningkatan kualitas gizi para siswa. Melalui program MBG ini badan gizi nasional membentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi  (SPPG) atau Depor (Madura), dapur (Indonesia) pawon (Jawa) sebagai penyedia makanan, minuman, sayuran, serta susu sebagai sumber gizi bagi siswa untuk memenuhi kebutuhan kalsium, protein, vitamin, karbohidrat dan mineral lainnya.

Perlu diketahui bahwa standar dapur MBG mengacu pada persyaratan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yaitu berfokus pada kualitas, keamanan pangan, kebersihan untuk memastikan makanan yang disajikan layak dan aman dikonsumsi, dan yang terpenting HALAL.

Halal berarti boleh dan tidak dilarang. Anjuran memakan yang halal telah difirmankan oleh Allah dalam qur’an surat al-baqarah 168 sejak 15 abad yang lalu, dan uniknya dalam firman itu tidak disebutkan kata muslim, melainkan seruan kepada seluruh ummat manusia untuk memakan yang halal lagi baik.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ


Sekarang mari kita telusuri seluruh aktivitas kritis pada dapur MBG untuk menjejak kehalalan produk yang diproduksi untuk para siswa. Aktivitas kritis terjadi mulai dari penyediaan bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong, penyimpanan bahan, proses produksi di dapur, pengemasan termasuk bahan pengemas (ompreng/tray), dan distribusi. Seluruh aktivitas kritis ini memiliki potensi kontaminasi najis bahkan terkontaminasi bahan non halal. Karena itu seluruh bahan yang digunakan harus halal dengan dibuktikan dokumen pendukung kehalalan baik berupa sertifikat halal, alur produksi, CoA (certificate of analysis), kemudian tempat penyimpanan bahan harus steril bebas dari hewan liar (kecoak, belatung, cicak, dll), dan harus bebas najis, penyimpanan bahan yang mudah ruska dilakukan di ruang dengan suhu terkontrol, dan untuk bahan tertentu disimpan dalam freezer.




Aktivitas kritis selanjutnya ada di dapur tempat produksi makanan yang katanya berGIZI Gratis. Pada proses ini banyak hal yang perlu diperhatikan antara lain pencucian bahan sayuran, telur, daging dan bahan lainnya harus menggunakan air bersih dan dicuci menggunakan air mengalir, dan tempat penirisannya tidak boleh terlalu dekat dengan tempat pencucian agar tidak terkontaminasi dari air jipratan saat mencuci bahan dna/atau peralatan masak. Bahkan BGN menyaratkan bahwa SPPG harus menerapkan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) sebuah sistem manajemen keamanan pangan yang sistematis, berbasis sains, dan fokus pada pencegahan bahaya dalam rantai pasokan makanan, dengan tujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko bahaya yang terkait dengan keamanan pangan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk akhir. 


Aktivitas akhir adalah pengemasan dan distribusi produk. Pada bagian ini dipastikan tray/ompreng yang digunakan harus sesuai dengan standar keamanan makanan, antara lain bersih dan bebas dari bahan non halal, dipastikan tray tidak terbuat dari campuran bahan non halal yang belakangan ini sempat beredar bahan campuran tray/ompreng yang digunakan melibatkan minyak babi sebagai bahan anti lengketnya. Dipastikan proses distribusi dilakukan tepat waktu agar kualitas makanan tetap terjaga dan tiba di meja siswa masih dalam keadaan aman dan tidak basi sehingga layak dikonsumsi, alat transportasi yang digunakan juga harus bersih dan sedapat mungkin hanya digunakan untuk proses distribusi produk hasil MBG.


Disamping HACCP, BGN juga mensyaratkan agar seluruh SPPG memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) sebagai jaminan kebersihan seluruh area produksi termasuk limbah yang dihasilkan, serta harus mengajukan sertifikasi halal (SH) sebagai jaminan bahwa seluruh bahan yang digunakan merupakan bahan halal dan untuk memastikan bahwa seluruh proses produksi dilakukan di tempat yang bersih, bebas terkontaminasi najis dan bebas dari bahan non halal.


Standar-standar di atas sebagai jaminan keamanan pangan bahwa produk yang akan diberikan kepada sekian juta anak bangsa (siswa) benar-benar bergizi, aman, dan halal sehingga memberi dampak peningkatan kesehatan dan kecerdasan para siswa, dan bukan justru meracuni para siswa akibat dari rendahnya kualitas makanan gratis yang belakangan ini cukup banyak siswa keracunan setelah mengkonsumsi makanan yang diproduksi oleh SPPG-BGN. 


Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini merupakan program mulia yang keberhasilan bukan dilihat dari jumlah jutaan porsi yang diberikan kepada para siswa melainkan dilihat dari kualitas dan keamanan makanan yang disuguhkan. tanpa kualitas dan keamanan yang terjamin, penyaluran jutaan porsi makanan justru menimbulkan risiko besar bagi kesehatan siswa. Keberhasilan sejati sebuah program MBG adalah saat setiap porsi yang disajikan memberikan manfaat nyata, benar-benar bergizi, aman, sehat, halal dan bukan hanya memenuhi target kuantitas yang pada akhirnya mengabaikan kualitas.


085811000565