Sinergi LPH UIN Malang dalam Mendorong Sertifikasi Halal MBG di Jawa Timur
Diposting pada tanggal 13 October 2025 19:10:11
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi bersama seluruh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) se-Jawa Timur guna mempercepat pelaksanaan program Sertifikasi Halal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur. Dalam kegiatan yang berlangsung di Surabaya tersebut, 12 LPH di Jawa Timur turut hadir dalam rapat koordinasi ini, termasuk LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang menyatakan kesiapan penuh untuk berkontribusi aktif dalam percepatan sertifikasi halal bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jawa Timur.
Rapat ini menjadi wadah strategis bagi MUI Jawa Timur dan LPH dalam menyamakan langkah menuju target nasional sertifikasi halal yang dicanangkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program MBG. Dalam arahannya, MUI Jawa Timur menegaskan pentingnya sinergi antara BPJPH, LPH, dan Komisi Fatwa MUI dalam penguatan ekosistem industri halal, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang menyasar peserta didik PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, dengan tujuan utama mengurangi stunting dan malnutrisi di Indonesia. Dalam sambutannya, jajaran ketua MUI Jawa Timur, Dr. KH. M. Sudjak, M.Ag. kembali menegaskan bahwa,
"Proses percepatan sertifikasi halal ini bukan semata-mata hanya untuk mendapatkan label halal tapi juga memastikan kehalalan itu terjamin dengan pertanggungjawaban kepada Allah SWT", sehingga diharapkan semua pihak dapat berkomitmen terhadap jaminan produk halal.
Badan Gizi Nasional menargetkan percepatan sertifikasi halal SPPG (Sarana Produksi Pangan Gizi) dengan capaian signifikan dalam satu bulan ke depan. Ujung tombak dalam pelaksanaan program MBG ialah peranan penting dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). SPPG ini sendiri diklasifikasikan menjadi beberapa grade dalam hal kapasitas produksinya, yakni Grade A (>5.000 porsi), Grade B (>3.000 porsi), dan Grade C (>2.000 porsi). Saat ini di Jawa Timur telah beroperasi kurang lebih 1.310 SPPG namun jumlah ini masih terus dapat bertambah dan perlu dilakukan pendataan produk dari MBG yang telah tersertifikasi halal maupun yang belum.
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai strategi percepatan, mulai dari pendataan SPPG yang belum bersertifikat halal, pelaksanaan bimbingan teknis bagi masyarakat, hingga kesiapan Komisi Fatwa dalam mempercepat sidang penetapan halal. Ditekankan pula pentingnya penerapan standar thayyib (baik dan bersih) pada dapur SPPG, meliputi kebersihan bahan baku, kejelasan asal bahan daging, proses pencucian bahan kritis, telur, dan peralatan hingga penelusuran bahan dari pemasok melalui dokumen pendukung seperti MoU dengan supplier.
LPH UIN Malang menegaskan komitmennya untuk berperan aktif mendukung program MBG melalui penguatan fungsi audit, edukasi masyarakat, dan kerja sama lintas lembaga.
“Kami siap berkolaborasi dengan MUI Jawa Timur dan LPH lainnya untuk mempercepat proses sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku usaha program MBG ini,” ujar perwakilan LPH UIN Malang, Prilya Dewi Fitriasari. LPH UIN Malang yang telah mendapat akreditasi Utama berkomitmen memberikan pelayanan audit halal tidak hanya di dalam Provinsi namun juga pada skala Nasional maupun Internasional.
Melalui keterlibatan ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun ekosistem halal nasional. Rapat koordinasi ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi, mempercepat proses sertifikasi halal, serta memastikan seluruh SPPG di Jawa Timur memenuhi standar halal dan thayyib sesuai regulasi yang berlaku.
